Faedah Kajian al-Ushuluts Tsalatsah 5: Berdakwah menyeru kepada Allah


Yang ketiga (yang wajib dipelajari oleh setiap muslim) adalah dakwah. Yaitu, berdakwah kepada hal-hal tersebut (mengenal Allah, nabi-Nya, agama Islam dengan dalil). Dan ini merupakah dakwah kepada Allah 'azza wa jalla.

{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?".
Bahkan berdakwahlah meskipun hanya mengajak atau menunjukkan kebaikan kepada majelis ta'lim. Karena hal tersebut merupakan keuntungan yang sangat besar dengan modal sedikit / tanpa modal sekalipun.

Faedah 4: Ilmu tidaklah dianggap hingga diamalkan


Yang kedua yang disampaikan muallif dalam muqaddimah pertama beliau ialah al-'amal yaitu beramal dengan ilmu tersebut.

Sehingga ilmu dan amal sangatlah berkaitan eran. Dan hukum amal sesuai dengan hukum ilmu, apabila ilmu itu merupaka fardhu 'ain maka amal padanya merupakan fardhu 'ain.

Dan amalan merupakan buah dari ilmu. Maka amalan shaleh tidaklah boleh keluar melainkan dari ilmu. Ibarat buah dan akar / pohonnya. Dan kita berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Sebagaimana yang diisyaratkan dalam doa Rasulullah  : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan” (HR. Muslim)

Dan juga pengamalan ilmu merupakan washilah untuk Allah memberikan padanya ilmu yang lainnya.

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًاوَإِذًا لَّآتَيْنَاهُم مِّن لَّدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًاوَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
Dan sekiranya mereka melakukan apa yang dinasihatkan kepada mereka itu tentulah hal itu lebih baik bagi mereka dan lebih kuat dalam meneguhkan. Dan jika demikian halnya tentulah akan Kami berikan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang besar. Dan tentulah akan Kami bimbing mereka ke jalan yang lurus. (Surat an-Nisa': 66-68)

Seorang 'alim ialah orang yang sudah mengamalkan ilmunya.

"Dan tidaklah bergerak kedua kaki anak adam pada hari qiamat melainkan ditanyakan terlebih dahulu tentang 4 perkara yaitu: tentang umurnya bagaimana ia gunakan, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkan, kemudian tentang hartanya dari mana ia mendapatkan dan untuk apa ia pergunakan, kemudian tentang jasad atau waktu muda."

Kemudian juga sebagaimana dalam hadits tentang 3 orang yang dipanggang diseret ke api neraka di antaranya ialah seseorang yang belajar ilmu atau membaca al-Qur-an hanya agar disebut sebagai qari' atau 'alim.

- - - - - - -  - - -


Catatan:
Faedah-faedah ini kami tulis dari Kajian al-Ustadz al-Fadhil Dzulqornain M Sunusi dalam pembahasan beliau dari kitab al-Ushuluts Tsalatsah atau Tsalatsatul Ushul yang insyaa allaah antum dapat dengarkan langsung melalui MP3 rekaman kajian berikut:
https://www.dropbox.com/sh/awnnmaq4lx0fa2x/HXOMCus-6y

Wabillahit taufiq. wa shalawaatu wa sallammu 'ala rasulillaah wal hamdulillaah

Antara Tsalatsatul Ushul dan al-Ushul ats-Tsalatsah


Serupa Tapi Tak Sama :”Tsalatsatul Ushul” & “Al-Ushul Ats-Tsalatsah”

Sesungguhnya Imam Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah memiliki dua risalah yang hampir sama tapi berbeda.

Yang pertama dinamakan “Tsalatsatul Ushul wa adillatuha”, yang banyak tersebar dan masyhur, yang dimulai dengan ucapan rahimahullah :

Faedah Kajian al-Ushuluts Tsalatsah 3: Hidupnya Hati karena Ilmu



{أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا}
“Dan apakah orang yang tadinya mati (kafir) kemudian dia Kami hidupkan (dengan petunjuk Kami) dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditengah-tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita dan sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya” (QS al-An’aam: 122).
Ilmu adalah kekuatan, sulthan, hujjah sebagaiman ia disebutkan dalam al-Qur-an. Dan sulthan ini lebih baik dari kekuasaan/kekuatan tentara, wilayah, dan sebagainya.

Dan tentang kaum khawarij ini yang mana mereka tidak seorang pun dari mereka yang merupakan shahabat Nabi. Kemudian khawarij ini tidak ada yang rujuk ketika diperangi dengan tentara.

Adapun Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhumaa  beliau sendirian meminta ijin kepada shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu  untuk mendakwahi kaum khawarij. Lalu beliau menyampaikan 2 ayat dan satu hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka rujuklah dari kaum khawarij itu setengah atau ribuan dari mereka.

Makna Thagut dalam Syarah al-Ushuluts Tsalatsah :: Syaikh al-Utsaimin

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:

وكل أمة بعث الله إليهم رسولا من نوح إلى محمد يأمرهم بعبادة الله وحده وينهاهم عن عبادة الطاقوت ، والدليل قوله تعالى (ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطغوت ) النحل آية 36 ، وافترض الله علىجميع العباد الكفر بالطاغوت والإيمان بالله . قال ابن القيم رحمه الله تعالى : معنى الطاغوت ما تجاوز به العبد حده من معبود أو متبوع أو مطاع         .

Allah telah mengutus semua rasul [1] kepada setiap umat mulai Nabi Nuh sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Mereka memerintahkan agar manusia menyembah Allah saja dan melarang menyembah thaghut berdasarkan firman Allah, "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu'." (An-Nahl:36)[2]
Allah mewajibkan kepada tiap-tiap hambaNya untuk mengingkari thaghut dan hanya beriman kepada Allah. Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata, "Thaghut ialah segala yang diperlakukan seorang hamba secara melampaui batas, baik berupa sesuatu yang disembah, diikuti atau yang ditaati." [3]

Pujian Ulama Terhadap Kitab Tsalatsatul Ushul atau al-Ushuluts Tsalatsah


Oleh: al-Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi (muslim.or.id)
Alhamdulillah, as-sholatu was salamu ‘ala man la nabiyya ba’dah. Amma ba’d.
“Risalah Tsalatsatul Ushul adalah sebuah risalah yang penting bagi setiap muslim.” (Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh. Menteri Urusan Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Keislaman Arab Saudi)
Tsalatsatul Ushul (tiga landasan utama) merupakan salah satu risalah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang tersebar luas di kalangan kaum muslimin. Risalah ini mengandung pelajaran-pelajaran yang sangat penting dan mendasar demi terwujudnya pribadi muslim yang mentauhidkan Allah dalam segala sisi kehidupannya.

Kajian Berbahasa Arab Masyaikh Kitab al-Ushuluts Tsalatsah


Bismillah,
alhamdulillahilladzii bi ni'matihii tatimmush shaalihaat
Berikut kami hadir kan ke hadapan pengunjung sekalian mp3 Kajian berbahasa arab yang diisi oleh para Masyaikh Ahlus Sunnah wal Jama'ah di antaranya ialah asy-Syaikh al-Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullaah ta'ala dan juga asy-Syaikh al-Allamah Shalih bin Abdul Aziz Alu asy-Syaikh hafizhahullaah.

Kajian Kitab al-Ushuluts Tsalatsah Syaikh 'Utsaimin rahimahullaah:
https://www.dropbox.com/sh/kozmd0vcw6j83sa/TLZFvM50AM

Kajian Kitab al-Ushuluts Tsalatsah Syaikh Shalih ibnu AbdilAziz Alu Syaikh
https://www.dropbox.com/sh/bpuggif2r85mspj/BDMRACR6wo

Matan MP3 Kitab al-Ushuluts Tsalatsah / Tsalatsatul Ushul

Bismillah,
Alhamdulillah, segala puji sanjungan bagi Allah ta'ala yang telah memuliakan para ahlil ilmi dengan ilmu din ini. Dan yang telah menjadikan dengan mereka membawanya, berusaha keras di atasnya, serta beramal dengannya yaitu mereka sebagai para pewaris para Nabi.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah yaitu sesembahan yang disembah di bumi dan di langit dan yang di antara keduanya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya yang mana beliau adalah seutama-utama manusia dengan sanjungan dan pujian yang baik.

Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah atas beliau, keluarga beliau, para shahabat beliau serta setiap orang yang berjalan di atas jalan mereka hingga akhir zaman.

Faedah Kajian al-Ushuluts Tsalatsah 2: Ilmu adalah Ruh.


Sesungguhnya wajib bagi kita yaitu wajib 'ain bagi setiap kita untuk mempelajari 4 perkara penting dalam agama.

al-Ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.

Muallif mengkhususkan al-Ilmu dengan tiga hal di atas menunjukkan bahwa ketiga hal tersebut merupakan pokoknya ilmu agama ini dan menunjukkan ketiga hal tersebut merupakan batasan ilmu yang fardhu 'ain secara umum.

Dan ilmu din (agama) ini ada 2 macam, yaitu ada yang fardhu 'ain dan ada yang fardhu kifayah.

Sekarang ini banyak orang jatuh pada syirik sedangkan ia tidak sadar baik berupa keyakinan, ucapan, maupun perbuatan.

Kemudian hendaknya kita mengenal Nabi kita dan juga agama Islam ini. Adapun selain dari ketiga hal ini (secara umum) adalah fardhu kifayah.

Mengenai Kitab Tsalatsatul Ushul


Oleh: al-Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi (http://abumushlih.com)
Kitab atau mungkin lebih tepat disebut risalah Tsalatsah al-Ushul [tiga pokok agama] merupakan sebuah karya dakwah dari seorang imam mujaddid di masanya; Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah (wafat 1206 H).
Syaikh Abdurrahman bin Qasim an-Najdi rahimahullah (wafat 1392 H) memuji risalah ini dengan mengatakan bahwa risalah ini mengandung manfaat yang sangat besar (lihat dalamHasyiyah Tsalatsah al-Ushul, hal. 7)
Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili hafizhahullah menerangkan, bahwa intisari dari risalah ini adalah mengenai masalah tiga pertanyaan kubur yang diajukan kepada mayit; yaitu Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapakah Nabimu? Masalah ini adalah masalah yang sangat penting untuk dipahami. Sampai-sampai ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu apabila berdiri di dekat kubur maka beliau pun menangis hingga air matanya membasahi janggutnya. Lalu ada yang berkata kepada beliau, “Ketika disebutkan surga dan neraka engkau tidak menangis. Akan  tetapi ketika engkau menyaksikan hal ini engkau justru menangis?” Beliau pun menjawab: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama di alam akhirat. Apabila orang itu selamat darinya maka sesudahnya jauh lebih mudah baginya. Adapun apabila dia tidak selamat darinya maka apa yang sesudahnya akan jauh lebih mengerikan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinyatakan hasan sanadnya oleh Syaikh al-Albani) (lihat Transkrip Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili, hal. 3-4 dan Misykat al-Mashabih, hal. 48)
Syaikh Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili hafizhahullah berkata, “Sesungguhnya kitab ini mengandung tiga pokok yang sangat agung yang setiap hamba akan ditanya tentang hal itu di dalam kuburnya. Itulah perkara pertama yang akan ditanyakan kepada hamba. Apabila dia bisa menjawab dengan baik dan mendapatkan taufik itu adalah pertanda kebahagiaan. Akan tetapi apabila dia tidak bisa menjawab dengan benar itu adalah pertanda kebinasaan dan bukti bahwa dirinya tidak mendapatkan taufik.” (lihat Transkrip Ceramah Syarh Tsalatsah al-Ushul oleh beliau, hal.1)
Kita mungkin sering mendengar tuduhan-tuduhan miring tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan dakwah yang beliau serukan. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Semenjak kemunculan dakwah beliau dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, muncul pula pihak lain yang melemparkan tuduhan dan fitnah atas dakwah beliau.
Oleh sebab itu beliau pun menulis risalah khusus bagi para penduduk dan ulama Qasim yang menanyakan masalah ini kepada beliau ketika itu. Surat itu pun kemudian dibukukan dan dikenal dengan sebutan ‘Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Alhamdulillah kitab ini telah diberikan penjelasan oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzanhafizhahullah dalam pelajaran-pelajaran beliau dan kemudian diterbitkan dengan judul Syarh ‘Aqidah al-Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab. Bagi anda yang ingin mengunduh kitab tersebut dalam format PDF bisa mengunduhnya dari [sini].
Dan bagi anda yang ingin membaca lebih luas seputar kandungan risalah Tsalatsah al-Ushul bisa mengunduh kitab Hasyiyah Tsalatsah al-Ushul karya Syaikh Abdurrahman bin Qasim an-Najdi rahimahullah berikut ini dalam format PDF. Silahkan unduh di [sini].